Wah.. memang yang namanya pendidikan tidak terlepas sama yang namanya pembaharuan ya. Benar sekali, yang namanya pendidikan harus selalu dapat menyesuaikan dengan kedaan yang sekarang, dalam artian adaptasi. Sesuai dengan kemajuan era digital dan juga perubahan perilaku manusia dalam penggunaannya begitu pula pendidikan seharusnya berubah.

Untuk kali ini, SMA Kristen Baithani Tutur mempunyai gawe besar dalam persiapan menghadapi pembelajaran pada tahun 2019 – 2020 yang notabene semua jenjang sudah menerapkan kurikulum 2013. Kenapa dapat dibilang gawe besar, yang jelas karena melibatkan 3 sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan ini, yaitu SMA Kristen Baithani Tutur, SMA Islam Yakin Tutur, dan SMA Kristen Baithani Tosari. Dengan demikian lebih kental terlihat toleransi dan rasa gotong – royongnya kan.

Kegiatan Gotong Royong dalam rangka persiapan pembelajaran 2019 – 2020 ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 03 Juli 2019 bertempat di Aula SMA Kristen Baithani Tosari, lebih tepatnya di kelas jauh SMA Kristen Baithani Tosari yang terletak di Desa Mororejo.

Rancangan Program Pembelajaran atau disingkat RPP ini harus dimiliki oleh setiap elemen guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Karena memang sudah merupakan suatu dasar sebagai seorang guru untuk mempunyai rencana dan visi kedepan dalam pengarahan dan mendidik peserta didik menggapai sukses dan menjadi manusia seutuhnya.

Dalam Tujuan Pembelajaran haruslah mengandung sikap, pengetahuan dan keterampilan” kata Bpk. Sujono, M.Pd selaku pengawas binaan SMA dan sekaligus juga pemateri dalam workshop kali ini. Beliau menekankan harus ada dampak nyata dalam mendidik anak anak, baik itu sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Para guru sebagai anggota workshop juga terlihat sangat antusias dalam melaksanakan tiap sesi kegiatan dalam workshop ini, hal itu terbukti dengan adanya diskusi di tiap kelompok, dan juga perwakilan kelompok untuk menampilkan hasil RPP yang telah dibuat ke semua anggota workshop yang hadir dengan menggunakan media LCD.

Rasa kebersamaan yang kental juga dirasakan saat sesi akhir wokshop, kegiatan diakhiri dengan doa dan ramah tamah. Semua gurupun merasa senang dikarenakan modal dasar dalam melaksanakan pembelajaran di tahun ajaran 2019 – 2020 sudah mereka dapatkan yaitu RPP.