Hai perkenalkan saya Frisca Natallia, alumni SMP-SMA Kr. Baithani Tutur. Sekarang saya melanjutkan study di Universitas Negeri Malang(UM). Saat ini saya ingin berbagi cerita tentang perjuangan yang saya lalui untuk bisa masuk UM dan apa saja hal yang saya alami selama perjuangan itu.

Semasa SMA, banyak hal yang menyenangkan saat belajar bersama teman-teman. Mereka saling membantu dan mengingatkan satu dengan yang lain. Kami sama-sama berjuang menghadapi Ujian Nasional (UN) dan bersatu hati dalam doa. Meskipun banyak kesulitan dan kekhawatiran saat menghadapi UN, tetapi Bapak dan Ibu guru juga ikut berjuang agar kami mendapatkan nilai terbaik. Setiap hari beliau-beliau tidak lupa menyemangati dan mengingatkan kami untuk giat belajar. Saya sangat bersyukur karena dalam masa study saya di SMP-SMA Kr. Baithani, Bapak dan Ibu Guru selalu membimbing dan memberi saya motivasi lebih untuk semangat belajar dan berani maju ke jenjang yang lebih tinggi. Bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi saya juga mendapatkan motivasi-motivasi dari Bapak dan Ibu guru yang dapat membangun kepribadian yang mau dibentuk oleh Tuhan.

Setelah lulus dari SMA Kr. Baithani, saya ingin meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya mendapatkan dukungan dari Bapak dan Ibu guru terlebih orang tua untuk melanjutkan study saya. Banyak tes yang sudah saya lakukan, namun gagal. Sangat tidak mudah untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri(PTN). Pada saat itu saya berada pada posisi sangat tidak mampu dan menyalakan diri-sendiri, karena banyak orang yang mengatakan saya tidak bisa apa-apa, bodoh, dan tidak perlu untuk kuliah. Tetapi Saya terus mencoba lagi melakukan beberapa tes. pada saat itu adalah tes paling akhir untuk bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri. saya berusaha belajar untuk bisa menjawab soal-soal seleksi dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Saya percaya bahwa Tuhan menolong saya dengan cara-Nya sendiri. Memilih jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin memang bukan murni keinginan saya.

Ada beberapa orang menyarankan untuk masuk jurusan itu. Ketika saya memilih jurusan itu, sebelumnya saya berdoa minta pertolongan dan jalan Tuhan. Puji Tuhan saya masuk seleksi dan masuk UM. Ini semua semata-mata bukan karena usaha saya sendiri namun ini adalah pertolongan Tuhan.

Saya juga bersyukur telah mengikuti beberapa ekstrakulikuler di SMA Kr.Baithani, seperti paduan suara, dalam hal ini dapat membawa saya lolos seleksi Paduan Suara Mahasiswa SSC dan pernah mengikuti beberapa lomba. Seperti juga entrepreneurship dapat membuat saya tidak malu berjualan kue di kampus untuk penggalangan dana dalam berbagai acara.

Dan saya bersyukur atas setiap proses yang saya alami, karena dari proses itulah Tuhan menyatakan kasihNYA, Tuhan tidak tinggal diam Ia akan merenda karya luar biasa.